Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Kapolda NTT Pimpin Penyerahan Jabatan Wakapolda, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo Memasuki Masa Purna Tugas

Kapolda NTT Pimpin Penyerahan Jabatan Wakapolda, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo Memasuki Masa Purna Tugas Kupang – Suasana khidmat menyelimuti Ruang Kerja Kapolda NTT pada Selasa, 2 Mei 2026, saat berlangsung penyerahan jabatan Wakapolda NTT dari Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H. kepada Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. Prosesi penyerahan jabatan tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo selama menjalankan tugas di lingkungan Polda Nusa Tenggara Timur. Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan jabatan yang menandai berakhirnya masa tugas Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo sebagai Wakapolda NTT. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H, menyampaikan bahwa penyerahan jabatan ini merupakan bagian dari proses organisasi di lingkungan Polri seiring Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo memasuki masa purna...

Postingan Terbaru

Haru dan Penuh Penghormatan, Kapolda NTT Pimpin Tradisi Pedang Pora Pelepasan Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo

Kapolda NTT Dampingi Wamen PANRB RI Tinjau Pelayanan Publik di Polresta Kupang Kota

Polsek Boawae Lakukan Monitoring dan Pengawalan Distribusi Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Boawae

Jumat Curhat – Polsek Boawae laksanakan Olahraga bersama dan Pelayanan Kesehatan Gratis.

Berangkat dari Jumat Curhat, Polres Belu Hadirkan Pasar UMKM Atasi Permasalahan Pasar Halilulik yang Puluhan Tahun tidak Menemui Solusi,-Pasar Mingguan Halilulik yang berada tidak jauh dari Polsek Tasifeto Barat Resor Belu,selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk membeli kebutuhan bahan pokok.Selain sembako yang relatif murah, hewan-hewan ternak seperti kambing, ayam maupun babi, dikenal lebih murah dibandingkan dengan yang didapatkan di pasar harian.Hal ini memicu, para pembeli baik se-Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar) bahkan dari kota Atambua, datang berbelanja di pasar yang ada di setiap hari Kamis ini, sehingga otomatis pembeli pun tumpah ruah dan bahkan menimbulkan kemacetan karena banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan.Selain ramainya dan sempitnya lahan pasar yang berlokasi di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu,ini, kemacetan juga timbul dari para pedagang yang berasal dari tiga kabupaten yakni kabupaten Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU), yang memanfaatkan bahu jalan bahkan saluran air yang ada untuk dijadikan tempat berjualan.Kenyataan tersebut juga ditemui oleh Kapolres Belu AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, S.I.K yang didampingi Kapolsek Tasifeto Barat, IPDA Sam Ihim yang beberapa waktu lalu melihat langsung situasi terkait kemacetan dan meningkatnya pedagang yang berdatangan dari tiga wilayah kabupaten tersebut.Kapolres Belu yang datang ke lokasi pasar pada kamis 20 Juli 2023 pukul 03.00 dini hari itu, dengan sabar menunggu hingga lokasi pasar dipenuhi para pedagang untuk berdialog hingga mencari solusi yang kian lama tak teratasi itu.Berangkat dari curhatan dari para pedagang yang berjualan di pasar tersebut serta masyarakat setempat saat program jumat curhat, tercetuslah ide dari Kapolres Belu dengan memerintahkan Kapolsek Tasifeto Barat untuk menyediakan lahan untuk memecahkan masalah kemacetan yang sudah terjadi sejak dari awal pasar ini berdiri.Tidak menunggu waktu lama, Kapolsek Tasifeto Barat bersama anggotanya yang didukung mitra kerja kepolisian, menyulap lahan kosong milik Polsek Tasifeto Barat menjadi pasar UMKM.Dari laporan yang diterima Humas, kamis (31/8/2023), pasar mingguan Halilulik yang puluhan tahun tidak mendapatkan solusi khususnya soal kemacetan kini tidak tampak lagi.Arus lalu lintas sejak pagi hingga tutupnya pasar terlihat ramai namun lancar dan tertib. Para Pedagang kecil yang biasanya berjualan di bahu jalan sudah menempati lokasi baru yang di siapkan persis di samping kantor Polsek Tasifeto Barat.Bahkan Kendaraan-kendaran yang dulunya kesulitan melakukan bongkar muat barang dipinggir jalan, kini bisa leluasa melakukan aktivitasnya dengan menempati lokasi parkir yang disiapkan di seputaran Polsek yang bersebelahan langsung dengan pasar Halilulik.Kepada awak media, Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, S.I.K mengungkapkan, terobosan yang dilakukan pihaknya melalui Polsek Tasifeto Barat sebagai solusi dari permasalahan yang timbul di pasar mingguan, baik dari segi keamanan, ekonomi maupun kelancaran arus lalu lintas."Waktu pertama kali saya kesini (pasar), kasihan juga mama – mama yang jualannya di got (saluran air) lalu ada juga yang di bahu jalan, tentu ini juga mengakibatkan kemacetan bagi para pelintas dan bisa mengancam keselamatan mereka sendiri, kitapun tidak bisa mengusir karena mereka mencari hidup, Bahkan pernah Ambulance yang membawa pasienpun kewalahan saat melintas karena banyak yang berjualan di bahu jalan ditambah kendaraan yang bongkar muatpun ikut berjejer di jalan yang sempit"ungkap Kapolres Belu."Dengan kondisi ini, tercetuslah ide untuk menyediakan lahan kosong yang bisa dimanfaatkan para pedagang. Dan terima kasih Kapolsek Tasifeto Barat dan jajarannya merespon dengan baik dan cepat sehingga lahan kosong yang berada tidak jauh dari pasar ini akhirnya jadi dan kini dimanfaatkan oleh para pedagang. Puji Tuhan pasar yang dulunya macet dan semberawut akhirnya berbalik 180 derajat. Arus lalu lintas lancar dan masyarakat yang datang berbelanjapun nyaman dan tidak setengah mati seperti yang dulu-dulu"tambah Kapolres Belu.

LSI: 86,1% Responden Puas Atas Penanganan TPPO Oleh PolriJakarta. Sebanyak 86,1% responden menyatakan puas atas kinerja polri memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui satuan tugas khusus (satgasus) bentukan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. Kepuasan itu diumumkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) atas 1.220 responden.Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, 35% responden mengetahui salah satu kasus TPPO adalah penjualan ginjal yang melibatkan WNI di Kamboja. Dari responden yang mengetahui kasus ini, sebanyak 86,1% merasa puas dengan kinerja Polri.“Jadi ini isu yang dihargai atau diapresiasi oleh masyarakat," ujar Djayadi, Rabu (30/8/23).Ia merinci, responden menyatakan sangat puas 18,7%; cukup puas 67,4%; kurang puas 9,6%; tidak puas sama sekali 1,5%; tidak jawab 2,8%.Survei LSI ini dilakukan pada 3-9 Agustus 2023 dengan populasi seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah, ketika survei dilakukan. Dari populasi itu, dipilih secara random (multistage random sampling) 1.220 responden. Margin of error dari survei ini +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95% berdasarkan multistage random sampling.

Pameran Indo Security 2023, Polri Raih Juara 1 Kategori Desain Booth Terbaik

Pemberitaan Kontroversial Terkait Dugaan Polisi Minta Uang Pacuan Kuda di SBD: Fakta Klarifikasi Terungkap.-

Meriahkan HUT ke-78 RI, Lemdiklat Polri Gelar Lomba Lukis

Polri Gandeng Polisi China Tangkap Pelaku Love Scamming di Batam